Radio dan Perjuangan
Menelusuri radio sebagai media suara, ruang perjuangan, pelayanan publik, dan memori kolektif Indonesia.
Menelusuri perjalanan radio, televisi, kekuasaan media, Reformasi, digitalisasi, algoritma, kecerdasan artifisial, hingga masa depan kepercayaan publik dalam penyiaran Indonesia.
Untuk mahasiswa, pendidik, pekerja media, pembuat konten, dan pembaca umum.
Penyiaran bukan sekadar suara yang dipancarkan atau gambar yang ditampilkan. Ia adalah bagian dari perjalanan bangsa—merekam perjuangan, membentuk cara pandang, menghubungkan masyarakat, sekaligus memengaruhi apa yang dianggap penting, benar, dan layak dipercaya.
Jejak Penyiaran di Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Digital mengajak pembaca menelusuri masa awal radio, peran suara dalam perjuangan kemerdekaan, lahirnya televisi dan budaya layar, hubungan media dengan kekuasaan, hingga perubahan besar setelah Reformasi.
Perjalanan itu kemudian bergerak menuju dunia digital. Radio hadir melalui streaming dan siniar, televisi berpindah ke berbagai layar, audiens menjadi pengguna aktif, sementara platform dan algoritma semakin menentukan informasi yang terlihat.
Kecerdasan artifisial membuka peluang dalam produksi, penerjemahan, pengelolaan arsip, dan aksesibilitas—sekaligus menghadirkan tantangan berupa manipulasi, deepfake, pelanggaran privasi, dan krisis kepercayaan.
Perubahan penyiaran dibaca sebagai rangkaian sejarah, teknologi, kebudayaan, kekuasaan, dan tanggung jawab publik.
Suara menjadi alat informasi, mobilisasi, dan pembentukan identitas bangsa.
Televisi menghadirkan peristiwa nasional ke ruang keluarga.
Persaingan perhatian, iklan, hiburan, dan budaya populer menguat.
Ruang informasi menjadi lebih terbuka, beragam, dan partisipatif.
Algoritma, data, konten sintetis, dan kepercayaan menjadi isu utama.
Teknologi dibahas bersama manusia, kekuasaan, ekonomi perhatian, etika, regulasi, dan kepentingan publik.
Menelusuri radio sebagai media suara, ruang perjuangan, pelayanan publik, dan memori kolektif Indonesia.
Membaca pengaruh televisi terhadap kehidupan bersama, realitas sosial, iklan, sinetron, dan budaya populer.
Menelaah relasi penyiaran dengan negara, regulasi, kepemilikan media, demokrasi, dan kepentingan publik.
Menjelaskan peralihan analog ke digital, perubahan ruang redaksi, penyiaran lokal, dan pemerataan akses.
Mengurai personalisasi, viralitas, ekonomi perhatian, moderasi, ruang gema, dan kekuasaan platform.
Membahas peluang AI sekaligus privasi, bias, hak cipta, verifikasi, konten sintetis, dan krisis kepercayaan.
Setiap bab membawa pembaca dari konteks historis menuju tantangan mutakhir dan refleksi tentang arah penyiaran Indonesia.
Buku ini dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran, bahan diskusi, dan pengantar untuk membaca arah penyiaran Indonesia secara kritis.
Untuk kajian penyiaran, komunikasi, jurnalistik, media digital, pendidikan, dan kebudayaan.
Untuk penyiar, jurnalis, editor, produser, pengelola radio, televisi, dan media digital.
Untuk memahami algoritma, tanggung jawab, kredibilitas, hak cipta, AI, dan dampak konten.
Untuk siapa pun yang ingin memahami hubungan media, teknologi, masyarakat, dan kepercayaan.
Jasmin menempuh studi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bone. Ketertarikannya pada pendidikan, bahasa, organisasi, pengabdian kepada masyarakat, seni, dan kepenulisan membentuk cara pandangnya terhadap perubahan media dan kehidupan sosial.
Melalui buku ini, Jasmin menghadirkan pembahasan penyiaran yang informatif, reflektif, dekat dengan realitas masyarakat, dan mudah dipahami tanpa kehilangan dasar ilmiahnya.
“Masa depan penyiaran tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi oleh kemampuan manusia menggunakan teknologi untuk memperluas pengetahuan, menjaga keberagaman, memperkuat kepercayaan, dan melayani kehidupan bersama.” Jejak Penyiaran di Indonesia
Hubungi penerbit untuk menanyakan ketersediaan, pemesanan, pengiriman, atau kebutuhan pembelian dalam jumlah tertentu.