Mengenali
Membedakan mana diri, mana luka, dan mana respons yang dahulu dibutuhkan untuk bertahan.
Luka • tubuh • emosiSebuah perjalanan pulang kepada diri
Buku tentang luka, marah, tubuh yang selalu siaga, dan keberanian menghentikan trauma agar tidak menulis seluruh masa depan kita.
Trauma mungkin tidak pernah meminta izin ketika datang. Namun, setelah kita mampu mengenalinya, ia tidak lagi berhak menulis seluruh hidup kita.
Bukan buku untuk menyalahkan masa lalu
Sebelum mengenal kata “trauma”, trauma sudah lebih dahulu mengenal tubuh, emosi, dan cara kita membaca dunia.
Kenalkan, Sahabatku Namanya Trauma menelusuri pengalaman masa kecil yang tidak selalu tampak dramatis: candaan yang mempermalukan, rumah yang tidak sepenuhnya aman, kemarahan yang menjadi pelindung, dan kemandirian yang diam-diam lahir dari ketakutan menerima bantuan.
Kisah personal Andi Mahdi Sahdani dipertemukan dengan perspektif psikologi agar pembaca tidak hanya ikut merasakan, tetapi juga memahami bagaimana pengalaman bekerja dalam tubuh, identitas, relasi, dan keputusan.
Memahami bukan berarti membenarkan. Luka dapat menjelaskan sebuah pola, tetapi tidak menghapus tanggung jawab atas dampaknya.
Tiga gerak pemulihan
Membedakan mana diri, mana luka, dan mana respons yang dahulu dibutuhkan untuk bertahan.
Luka • tubuh • emosiMemberi masa lalu tempat yang jujur tanpa menjadikannya identitas, pembenaran, atau pusat kehidupan.
Makna • batas • tanggung jawabMembangun respons baru dan menghentikan warisan luka agar tidak menjadi nasib generasi berikutnya.
Kehadiran • perbaikan • harapan17 bab, satu perjalanan utuh
Setiap bab bergerak dari pengalaman personal menuju pemahaman psikologis, lalu kembali kepada pilihan hidup yang konkret.
Ketika seorang anak belum memiliki bahasa, tetapi tubuhnya sudah belajar membaca rasa tidak aman.
Tentang candaan, rasa malu, dan luka yang dianggap terlalu kecil untuk diakui.
Mengenali reaksi yang lebih dulu hadir sebelum penjelasan psikologis ditemukan.
Imajinasi sebagai ruang aman ketika dunia nyata belum mampu menyediakannya.
Membaca marah sebagai penjaga batas tanpa membiarkannya melukai orang lain.
Mengapa menerima pertolongan dapat terasa seperti kehilangan kendali.
Mengakui emosi yang rumit tanpa menjadikannya alasan untuk meneruskan luka.
Luka antarsaudara, politik keluarga, dan keberanian membangun batas yang sehat.
Menggunakan bahasa trauma sebagai peta, bukan sebagai identitas atau diagnosis diri.
Ketika pengetahuan menyingkap ketidakadilan sebelum akhirnya membuka pilihan.
Merasa dipahami adalah awal, tetapi pemulihan juga menuntut arah dan tindakan.
Memandang keputusasaan secara serius, manusiawi, dan tanpa romantisasi.
Menciptakan jarak antara reaksi dan tindakan agar kehidupan tidak lagi dikendalikan masa lalu.
Menerima yang terjadi tanpa membenarkan pelanggaran atau menghapus tanggung jawab.
Keputusan seorang ayah untuk tidak mewariskan pola lama kepada generasi berikutnya.
Pengasuhan yang tidak sempurna, tetapi sanggup hadir, memperbaiki, dan bertanggung jawab.
Kembali kepada kejujuran, tanggung jawab, cinta yang tidak mempermalukan, kehidupan, dan Tuhan.
“Sesuatu yang dahulu melindungi tidak selalu layak dibiarkan memimpin kehidupan selamanya.”
— Andi Mahdi Sahdani
Buku ini mungkin sedang mencari Anda
Anda yang mudah marah, selalu siaga, atau sulit menerima bantuan dan ingin memahami sejarah di balik respons itu.
Anda yang sedang belajar menetapkan batas tanpa merasa bersalah atau kehilangan kasih.
Anda yang telah memperoleh validasi, tetapi masih bertanya mengapa hidup belum terasa lebih ringan.
Anda yang menjadi orang tua dan ingin menghentikan pola lama tanpa dituntut menjadi sempurna.
Anda yang mendampingi pasangan, keluarga, peserta pelatihan, atau klien dengan perspektif yang lebih manusiawi.

Psikologi terapan & hipnoterapi
S.Psi., M.Sc., C.Ht., C.I.
Andi Mahdi Sahdani adalah profesional di bidang psikologi terapan dan Professional Hypnotherapist yang sejak 2017 memberikan layanan konsultasi psikologis nonklinis, pendampingan hipnoterapi, serta pengembangan diri.
Ia menyelesaikan Sarjana Psikologi di Universitas Negeri Makassar dan Master of Science dalam bidang Psychology and Islamic Counseling di International Open University. Pengalaman praktik, penelitian, pelatihan, dan perannya sebagai Training Specialist membentuk pendekatan yang ilmiah, reflektif, sekaligus membumi.
Sebelum mulai membaca
Tidak. Trauma digunakan sebagai lensa untuk membaca pengalaman, bukan sebagai cap bagi setiap ketidaknyamanan. Buku ini tidak menggantikan asesmen atau bantuan profesional.
Tidak. Buku ini juga relevan bagi orang tua, pasangan, pendamping, pendidik, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana pengalaman masa lalu memengaruhi emosi, relasi, serta pilihan hari ini.
Tidak. Memahami asal suatu perilaku tidak otomatis membenarkan dampaknya. Pemahaman harus membawa manusia lebih dekat kepada tanggung jawab.
Tidak. Buku ini tidak memaksa pengampunan, rekonsiliasi, atau kedekatan yang tidak aman. Maaf, kepercayaan, batas, dan tanggung jawab ditempatkan sebagai hal yang berbeda.
Bukan. Buku ini adalah catatan personal yang dipertemukan dengan perspektif psikologi. Bila pengalaman traumatis mengganggu fungsi sehari-hari atau keselamatan diri, bantuan profesional tetap penting.

Barangkali ini saatnya berkenalan
Mulai perjalanan untuk mengenali luka tanpa menjadikannya seluruh identitas, lalu pulang dengan kejujuran dan tanggung jawab.
Pesan melalui WhatsApp ↗ Penerbit Hypnopreneur Indonesia • Bone, Sulawesi Selatan